Bandar Judi Bos AK Melebarkan Sayap ke Asahan di Koordinir oleh Bernat, Polisi Diminta Bertindak
Daftar Isi
Foto: Lokasi perjudian tembak ikan di air joman asahan.
Asahan, Kontras-News.com - Siapa yang tidak kenal dengan sosok bandar judi terbesar di sumatera utara yakni Bos AK alias as*ng k*yu. Bos AK dikenal memiliki jaringan yang sangat luas sampai ke pusat, sehingga membuat Bos AK bebas menempatkan mesin - mesin judi di provinsi sumatera utara.
Kali ini, pantauan awak media dilapangan Bos AK menempatkan mesin judi tembak ikan dan roulate di kabupaten asahan. Rabu (26/8/26).
Dari pantauan awak media dilapangan, lokasi - lokasi perjudian itu tersebar di kisaran, air joman, mandoge, jalan hessa air genting, bandar pulo, sidodadi dan pulo rakyat.
Maraknya perjudian tembak ikan di lokasi - lokasi kawasan padat penduduk membuat warga resah.
Narasumber mengatakan semenjak adanya perjudian tembak ikan di wilayah nya banyak rumah tangga cekcok karena ekonomi. Selain permasalahan ekonomi. Akibat maraknya perjudian angka kriminalitas pun tinggi di asahan.
"Maling makin banyak disini karena mesin judi dibiarkan beroperasi disini."katanya pada awak media (25/8/26) siang.
"Bandar judi nya sengaja meletak kan di areal pemukiman penduduk agar mendapat omset besar."ucapnya.
Sambungnya, semua lokasi judi tembak ikan disini di koordinir oleh bernat.
Ia juga menjelaskan perjudian tembak ikan bebas beroperasi secara terang-terangan di asahan tanpa ada rasa takut di gerebek pihak kepolisian.
"Bebas judi disini, kayak gak ada polisi di asahan ini, dibiarkan penyakit masyarakat disini beroperasi. Maling pun makin subur semenjak ada judi ini."tambahnya.
Terpisah, tokoh masyarakat meminta pihak kepolisian untuk segera bertindak untuk menutup lokasi - lokasi perjudian kabupaten asahan.
"Kami meminta kepada kepolisian khususnya Polres asahan untuk bertindak menutup perjudian tembak ikan dan roulate, dan menangkap para pemain judi. Jika dibiarkan berlarut- larut akan menciptakan dampak sosial yang lebih luas, mulai dari kriminalitas hingga kehancuran ekonomi keluarga."pungkasnya.
Mengetahui keresahan warga itu, awak media mengkonfirmasi Kapolres Asahan, AKBP AKBP Adi Dharma Pramudita namun belum berkomentar.
Begitupun Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora juga belum berkomentar.
Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak menunggu persoalan ini menjadi semakin besar atau viral terlebih dahulu untuk melakukan penelusuran. Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan transparan dinilai menjadi langkah penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Terlebih, perjudian bukan hanya persoalan pelanggaran hukum semata, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial lain, mulai dari meningkatnya kriminalitas, konflik rumah tangga, hingga persoalan ekonomi masyarakat.
(Dio)
Posting Komentar