Polres Asahan Tumpul !! Konsorsium Perjudian Kasino di Asahan Bendera AK, Dikendalikan Tomi Dikordinir Bernat, Fran Hutajulu dan Tambunan Belum Tersentuh Hukum
Daftar Isi
Asahan, Kontras-News - Kritik masyarakat mengenai Polres Asahan yang dinilai tumpul atau lambat dalam menindak praktik perjudian bendera AK alias As*ng K*yu menjadi sorotan masyarakat. Selasa (1/9/26).
Pasalnya muncul stigma ketidakmauan aparat, hingga dugaan adanya oknum pelindung (backing). Meski kepolisian di tingkat pusat (Bareskrim Polri) saat ini gencar membongkar sindikat perjudian tembak ikan atau kasino ke tingkat daerah. Namun, di tingkat Polres berbanding terbalik sehingga memicu skeptisisme publik.
Setelah serangkaian laporan masyarakat melalui pemberitaan berdasarkan data dilapangan big bos konsorsium perjudian tembak ikan bendera AK di kabupaten asahan masih kebal hukum.
Berdasarkan informasi dilapangan big bos AK dibantu oleh tangan kanan nya untuk membesarkan bendera AK di kabupaten asahan berinisial tomi. Diketahui tomi sebagai pengelola kasino di jalan kartini - kisaran tepatnya di sebuah ruko di depan station kereta api kisaran.
Dari narasumber dilapangan, disebut inisial E oknum TNi berjabatan provost sebagai pengawas kasino di jalan kartini kota kisaran.
Sementara itu, untuk wilayah pinggiran kabupaten asahan bendera AK di koordinir oleh bernat, frans hutajulu dan tambunan.
Dari penelusuran Kontras-News dilapangan berikut lokasi judi tembak ikan yang tersebar di pinggiran yang dikoordinir oleh bernat, frans dan tambunan.
1.Lokasi judi tembak ikan bernat tersebar di bandar pulo, mandoge, rahuning, desa persatuan sei kepayang dan air joman.
2.Lokasi judi tembak ikan frans hutajulu tersebar di sidodadi, meranti dan rawang.
3.Lokasi judi tembak ikan tambunan terssbar di jalan hessa dan sungai kama.
Rangkaian peran ini membuat masyarakat menilai bahwa praktik judi tembak ikan yang ada bukan lagi aktivitas sporadis, melainkan telah berkembang menjadi konsorsium ilegal dengan sistem kerja yang rapi, mulai dari pengendali, koordinator lapangan, hingga pengawas.
“Ini bukan judi biasa. Ini sudah seperti perusahaan gelap, ada struktur, ada pembagian tugas,” ujar seorang warga berinisial ari.
Sambungnya, kalau tidak pakai bendera AK polisi langsung bekerja untuk turun menangkap lokasi judi tembak ikan seperti di mandoge.
Kondisi tersebut memicu tuntutan publik agar aparat penegak hukum segera membongkar struktur konsorsium big bos AK.
Masyarakat menilai, selama As*ng K*yu aktor utama di balik layar tidak disentuh, praktik perjudian di kabupaten asahan tidak akan benar - benar hilang.
Mengetahui hal itu awak media mengkonfirmasi Kapolres Asahan, AKBP Adi Dharma Pramudita belum berkomentar.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Immanuel P. Simamora mengatakan akan menindak lanjuti laporan awak media.
"Saat ini kami sedang melakukan penyelidikkan, bukan kami tidak bekerja. Lima bulan belakangan ini kami sudah melakukan penangkapan judi tembak ikan tersebut. Untuk laporan ini akan segera kami tindak lanjuti."ucap nya.
(Dio)
Posting Komentar